Jumat, 19 Juli 2019

CONNECTORS

CONNECTORS (Kata Penghubung)
Connectors digunakan untuk menggabungkan dua kalimat/lebih menjadi satu kalimat.
Connectors dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Menunjukan waktu : before, after, as soon as, while, when.
  2. We went home after the rain stopped.
  3.    I prepare my ticket and passport before I go on holiday to Paris.
  4. I started to look for an apartment as soon as I arrived in this city.
  5. While he was reading her novel, somebody knocked on the door.
  6. I was really sad when I saw a drama movie.
  7. Menunjukan sebab dan akibat : because/because of, since.
  8. I went to the hospital because I had a serious accident.
  9. I went to the hospital because of my serious accident.
  10. Since I have no money, I can’t treat you.
  11. Menunjukan tanda urutan: first, next, then, after that, finally.
  12. first, we must prepare the ingredients.
  13. Next, we cut the vegetables into small pieces.
  14. After that, we put them into frying pan.
  15. Finally, we put some sauce and salt.
Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO.
Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat).
Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalah satu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.
Contoh:
  • The sun was shining and the sky was blue.
  • The sky was blue, but it was very cold.
  • It may rain tonight, or it may be clear.
  • It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:
Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Coonector dan sebuah Comma.
Jadi , Connectors adalah kata penghubung atau conjunction memiliki 3 jenis yaitu : Coordinating Connectors, Subordinating Connectors (cause connector, misal: because, because of) dan Correlative Connectors (Not only…but also, either or…neither nor, both…and)
Coordinate connectors adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua konstruksi gramatikal yang sama yaitu: kata, frasa (phrase), atau klausa (clause). Elemen yang dihubungkan tersebut biasanya bersifat paralel (kedudukannya sejajar) secara struktur gramatikal. Kata hubung ini sering digunakan pada compound sentence untuk menghubungkan dua independent clause.
Kata yang Termasuk Connector
Sesuai dengan judul artikel kita kali ini, maka khusus akan membahas tentang connector. Kata-kata yang termasuk connector atau Conjunction (Kata Sambung) adalah di bawah ini :
  1. For / Because / since
For dan since sebagai connector mempunyai arti karena. Kata ini biasanya diikuti dengan kalimat yang menjadi alasan kalimat sebelumnya.  Artinya sama hanya berbeda penggunaan pada contoh kalimat conjunction because.
  1. And
And artinya dan. And biasanya digunakan dalam kalimat yang menunjukkan hubungan penambahan kalimat sebelumnya. Atau sesuatu yang dilakukan setelah kalimat pertama.
  1. Nor
Nor dapat berarti tidak juga atau dan tidak. Kalimat pertama sebelum kata nor biasanya merupakan kalimat negatif.
But. But mempunyai tetapi atau menunjukkan dua kalimat yang bertentangan. Dalam penggunaannya, kalimat kedua atau setelah kata but adalah kalimat yang betentangan dengan kalimat pertama.
  1. Yet
Yet mempunyai arti meskipun. Mirip dengan kata but atau tetapi dlam penggunaannya. Yet juga dapat berarti nevertheless
  1. So / now that
So berarti jadi, atau oleh karena itu atau sehingga. Sama artinya dengan now that. Kalimat yang mengikuti kata ini adalah akibat atau konsekuensi dari kalimat pertama.
  1. Or
Or berarti atau. Dua kalimat yang dihubungkan dengan kata atau biasanya mempunyai arti semakna atau sederajat.
Pola Kalimat Connector dalam Bahasa Inggris
Pola kalimat yang digunakan dan dihubungkan dengan connector, tidak perbeda dengan pola kalimat Bahasa Inggris umumnya, yaitu
Subject + Predikat (verb)+ Objek Connector Subject + Predikat (Verb) + Objek

Senin, 01 Juli 2019

POSTEST BANK CENTRAL



TUGAS BANK CENTRAL 

Bank Indonesia memiliki satu tujuan tunggal dan tiga pilar utama dalam mendukung tercapainya tujuan tunggal tersebut. Mengingat peran dan kapasitasnya sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia mengemban amanat untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Dalam menjaga kestabilan nilai rupiah Bank Indonesia melakukan dua hal yaitu:
· Menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa
· Menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain
Untuk mengukur aspek pertama bisa dilihat melalui laju perkembangan inflasi, sedangkan aspek kedua bisa dilihat dari nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain.

PRETEST BANK CENTRAL



SEJARAH BERDIRINYA BANK CENTRAL (BI)

Di era pemerintahan Hindia-Belanda, De Javasche Bank didirikan tepatnya pada tahun 1828. De Javasche Bank bertugas mencetak dan mengedarkan uang. Kira-kira satu abad kemudian, tepatnya pada tahun 1953, Bank Indonesia dibentuk dengan menggantikan fungsi dan peran De Javasche Bank. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia saat itu memiliki tiga fungsi utama yaitu di bidang perbankan, moneter, dan sistem pembayaran. Selain itu, Bank Indonesia juga diberi wewenang untuk melakukan fungsi bank komersial sebagaimana pendahulunya.
Lima belas tahun kemudian pemerintah menerbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang isinya  mengatur tentang tugas serta kedudukan Bank Indonesia. Undang-Undang ini tentunya juga sebagai pembeda atas bank-bank lain yang melakukan fungsi komersial. Setelah diterbitkan Undang-Undang tersebut, Bank Indonesia juga memiliki tugas tambahan yaitu membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Pada tahun 1999 Bank Indonesia memasuki era baru dalam sejarah sebagai Bank Sentral independen yang memiliki tugas dan wewenang untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tugas tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999.

Minggu, 30 Juni 2019

Peran penting bahasa inggris dalam dunia IT

Opini tentang pentingnya bahasa inggris di dunia IT:

Bahasa Inggris memegang peranan yang sangat  penting di Indonesia.  Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah:
 (1)semakin banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia.
 (2)jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia yang semakin meningkat.
 (3)semakin banyaknya konsultan asing yang bekerja di Indonesia baik di lembaga lembaga pemerintah maupun swasta.
 (4)semakin banyaknya orang Indonesia yang pergi ke luar negeri baik sebagai turis, pekerja, diplomat maupun sebagai pelajar.


 Di samping itu semakin banyaknya media komunikasi seperti radio, televisi, koran, majalah dan film yang menggunakan bahasa Inggris mendorong kita untuk belajar menguasai bahasa Inggris. Karena pentingnya bahasa Inggris ini maka bahasa ini diajarkan di sekolah sekolah mulai dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. Akan tetapi banyak siswa yang menganggap pelajaran ini sebagai pelajaran yang sulit dan ditakuti. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini teknologi informasi dalam dunia pendidikan  sudah merambah ke dalam berbagai mata pelajaran termasuk mata pelajaran bahasa Inggris. Hal ini membantu kita sebagai pengajar untuk mempermudah menyampaikan materi pelajaran  supaya siswa bisa memahami pelajaran dengan cepat dan menyenangkan. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi  guru bisa membuat media pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa dapat mempelajari bahasa Inggris dengan mudah dan menyenangkan sehingga akhirnya mereka tidak lagi  menganggap bahwa pelajaran bahasa Inggris ini adalah mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. Saat ini pembelajaran bahasa Inggris menjadi sangat variatif berkat adanya teknologi tersebut. Dengan bentuk yang bervariasi ini, membuat para siswa lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris. Sangat banyak peran teknologi informasi dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Rabu, 24 April 2019

PROSEDUR DAN WARKAT KLIRING

PROSEDUR/MEKANISME KLIRING

Proses penyelesaian warkat-warkat kliring di lembaga kliring (dilihat dari sisi bank)
·         Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga kliring (Nota debet/kredit keluar)
·         Kliring Masuk, menerima warkat kliring dari lembaga kliring (Nota debet/kredit masuk)
·         Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang tidak memenuhi syarat yang      telah ditentukan.

Prosedur Setoran Kliring
Asumsi : Tn B melakukan setoran dengan Cek (Setoran Kliring) di Bank ‘XYZ’


 

Alur Kliring
1.      Tn. A bertransaksi dengan Tn B
2.      Tn. A memberikan Cek pada Tn B
3.      Tn. B sebagai nasabah Bank ‘XYZ’ melakukan setoran kliring di Bank ‘XYZ’ dan Bank ‘XYZ’ mengirimkan Warkat (Nota Debet à ND Keluar) kepada Lembaga Kliring
4.      Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Debet à ND Masuk)  
5.      Setelah proses pengecekan dan cek dinyatakan syah, maka dilakukan di informasikan (kliring retur )kepada Lembaga kliring untuk mendebet rekening Bank ‘ABC’ di BI dan di kredit ke rekening Bank ‘XYZ’
6.      Penyampaikan hasil kliring kepada Bank ‘XYZ’ dan pihak Bank akan mengkredit rekening Tn B  

Prosedur Kiriman Melalui Kliring
Asumsi : Tn A dari Bank ‘ABC’ melakukan setoran untuk pengiriman uang ke Tn B di Bank XYZ





 Alur Kliring
1.      Tn. A berencana mengirim uang ke Tn B
2.      Tn. A melakukan transaksi pengiriman uang di Bank ‘ABC’ dan mengirimkan Warkat (Nota Kredit à NK Keluar) kepada Lembaga Kliring
3.      Lembaga Kliring akan meneruskan Warkat kepada Bank ‘ABC’ (Nota Kredit à NK Masuk)


Prosedur Kliring (lanjutan)

Warkat kliring yang diserahkan meliputi :

·         Nota Debet Keluar, à menambah
·         Nota Kredit Keluar, à mengurangi

Sementara itu warkat yang akan diterima meliputi :
·         Nota Debet Masuk, à mengurangi
·         Nota Kredit Masuk, à menambah

Gambaran Perhitungan Kliring  

 



 Setelah proses kliring berjalan, pada sore hari masing-masing bank akan membuat perhitungan kliring untuk mengetahui apakah bank tersebut menang atau kalah kliring.

·         Bank yang menang kliring adalah bank yang  jumlah warkat tagihan warkat kliring melebihi  pembayaran warkat kliringnya.
·         Bank yang kalah kliring justru sebaiknya, dimana  pembayaran warkat kliring lebih besar dari warkat  tagihan.

Warkat-warkat yang dapat dikliringkan adalah:
· cek
· Bilyet Giro(BG)
· Wesel Bank
· Surat bukti penerimaan Transfer dari luar kota
· Lalu lintas Giral (LLG)/Kota kredit

Kesemua warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah dan bernilai nominal penuh.


SEJARAH,TUJUAN & MANFAAT SERTA ISTILAH KLIRING

SEJARAH, TUJUAN & MANFAAT, SERTA ISTILAH KLIRING 


SEJARAH KLIRING

-         10 Sept ’81       : Kliring Lokal secara manual
·    -        Awal 1990      : Kliring Lokal secara otomatis + bantuan mesin baca pilah (reader sorter) +/-   1000 warkat/menit.
-         18 Sept ’98       : Sistem Kliring Elektronik Jakarta (SKEJ) 8 Bank
-         18 Juni ’01       :SKEJ seluruh Jakarta
-         22 Juli ’05       : Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)



TUJUAN DAN MANFAAT KLIRING

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara lain :
1.      Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral
2.      Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien
3.      Salah satu pelayanan bank kepada nasabah .

Manfaat Kliring antara lain :
1. Bagi masyarakat, memberikan alternatif pembayaran (transfer of value) efektif dan efisien dan aman.
2. Bagi bank, merupakan salah satu advantage service kepada nasabah, menjadi fee based income.
3. Bagi Bank Sentral dapat secara cepat dan akurat mengetahui kondisi keuangan suatubank maupun transaksi-transaksi yang terjadi di masyarakat.


ISTILAH-ISTILAH DALAM KLIRING

Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :
1.      Tolakan kliring            : tolakan atas warkat
2.      Postdated Cheque       : tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan) 
3. Cross Clearing      : Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran cek bank lain 
4.      Call Money                 : pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maks 7 hr).